Jumat, 03 Desember 2010
** awaaaasssss, Ada tamu datang tanpa Diundang!!**
Bismillah…
Assalamu’alaikum…
Wuaduh wuaduuuuh… itu judul kok mengerikan banget ya?? Ada macem aroma horror gitu. [haha :p]. iyyaaa… emang lagi pengen buat note yang ada sensasi horrornya :).
Awaaaaasssss, Ada tamu yang datang tiba-tiba. Tanpa diundang. Tanpa surat pemberitahuan. Siapakah tamu itu ??
Yupz. Kalo ada yang njawab malaikat izrail , yang lebih popular ama nama malaikat maut. :) seratuzzzzz. Jawaban kamu bener. Ni note renungan niy… buat saya khususnya. Buat kamu juga kalo mau mbacanya.
Cekidooooot….
Sering kali setiap Malam. Aku tersentak bangun. Udah bangun yaa mencoba mengingat-ngingat mimpi apa yang membuatku terbangun. Sepertinya, saat ini masih malam. Kulirik jam kecil di sudut meja. Jam 1. Fiuuuhhh…. Tengah malam rupanya. Kembali kupejamkan mataku. Berharaplah bisa kembali terlelap. Namun gagal. Detik-detik jam terdengar jelas semakin membuatku sulit terlelap.kalo sudah begini, Kembali fikiran itu hadir mengusikku. Takutlah pokoknya.Bagaimana jika malam ini waktuku?
Malam ini sunyi sekali. Saat seperti ini aku berharap bisa mendengar orang mengaji. Yah… tilawah Qur’an. Suatu malam aku menyesal, kenapa tak ku isi MP3 hapeku dengan murottal saja? Lagi-lagi ku sadar. Lagu-lagu cengeng ini takkan membuat jiwaku tenang sedikitpun dalam kondisi seperti ini. Betul tak? :)
Hmmm…. Sering aku membaca artikel, cerpen, kisah nyata, deelel : bagaimana Dia datang di tengah malam. Membangunkan paksa orang-orang yang lengah. waduuh Bagaimana ini? bagaimana jika ia juga akan datang malam ini? Mengetuk pintu kamarku paksa. Menampakkan wujud. Wujud yang bagaimanakah yang akan Ia tampakkan padaku ? mengerikankah? Karna banyaknya dosaku?illahi…. ampuni hamba… hiks
Kembali fikiranku menjelajahi hari-hari lalu. Saat dimana aku asyik menikmati dunia fanaku. Terpukau. Bahkan seringkali silau dengan beredarnya fatamorgana palsu yang mengatasnamakan cinta. Bagaimana jika Ia benar akan datang malam ini? Sedangkan aku belum sempat membersihkan hatiku dari cinta-cinta palsu itu? akankah Ia akan memberiku waktu?waktu untukku minta maaf kepada orang tuaku. Yah, aku ingat. Betapa sering aku melawan beliau, tak mengindahkan nasehat-nasehat beliau. Betapa sering aku menyusahkan beliau dengan rengekan-rengekanku meminta ini itu. betapa sering, dan ku rasa aku belum memenuhi hak-hak mereka. Masih adakah juga waktu untuk meminta maaf kepada sahabat-sahabatku, orang-orang yang slama ini tlah tersakiti olehku. Baik yang ku tau, maupun tanpa ku sadari. Bagaimanakah ? berapa orang yang tlah kusakiti ? mungkin di sekolah, di rumah, di situs jejaring social. Berapa banyak yang mungkin tersakiti akan kata-kataku?
Masihkah sempat aku meminta maaf pada mereka semua jika Dia datang saat ini? Uiihh.. pokoknya ingin sekali sms mereka saat ini juga.
Ku ingat-ingat. Berapa umurku saat ini? Anggap aja udah gedelah :). Umur yang sudah sangat dewasa. Tapi apa yang tlah kulakukan hingga saat ini? Apa yang tlah kulakukan sebagi wujud pengabdian pada Rabb-ku? Sholat. anggap saja aku mulai rutin sholat saat umur 13 tahun. Paling lama sholatku Cuma lima menit. Ya Robbi… betapa tak tau dirinya aku. Hanya 25 menit ku luangkan waktuku dari 24 jam yang Engkau beri. Brapa persen kah? Wuaaa…. Tak tau diri. Alangkah tak tau dirinya aku.
Sedangkan, sudah berapa kali mata ini tak kujaga. Menatap , melihat sesuatu yang seharusnya tak boleh kulihat. Sedangkan telinga ini sudah tak aws lagi ku jaga. Mulut ini sepuas nafsu berbicara. Sudah berapa langkah yang ku tempuh menuju tempat-tempat dimana syetan numpuk menebarkan jarring mautnya.
Fiuuuh… ternyata aku tak siap. Tak siap jika Ia akan datang malam ini . tapi jika beneran datang, bagaimana ya akhirq? Sedang Rasulullah saja masih merasakan sakit saat sekarat. Bagaimana aku? aku juga tak tau apa yang nanti akan ku jawab bila ditanya malaikat dalam kuburku. Kubur? Bagaimanakah kuburku nanti? Ketika papan terakhir tlah ditutup. Sendiri. :(. Gelap ataukah terang? Sempit atau lapang? Astaghfirullah… hiks :(
Bahkan aku lebih tak tau jika berhadapan dengan-Mu, Rabb…
Harus ku jawab apa? Bahkan mungkin aku akan terkaget-kaget mendengar semua anggota tubuhku berbicara tanpa bisa ku atur. Bahkan mungkin juga aku bengong pas video hidupku di dunia di putar. Pas aq bohong, pas lagi ‘puber’. Hiks….
Tak mampu. Aku tak mampu membayangkannya. Aku tak punya bekal apapun. Ibadahku hanya rutinitas belaka.
Ya Rabb… semoga bukan malam ini. Bukan malam ini Dia akan datang.
Tapi kalo datang, masih untung sebelumnya sadar. Bagaimana kalo Dia datang pas lagi jalan-jalan ke Mall? lagi di perjalanan pulang ke rumah? [ ini tips ampuh kalo yang masih ragu pake jilbab :) *sekalian promosi , :D ].bagaimana…. bagaimanaa…
Kawan… ada kalimat bijak yang berkata, manusia mati hanya meninggalkan nama. Ketika kita lahir, semua orang tersenyum, dan ketika mati, orang menangis.
Berlakukah untukku? Hiks… rasanya hal apa yang bisa membuat orang menangis karna kehilanganku? Sehari- dua hari mungkin ada yang sedih. Tapi seterusnya, orang tu akan lupa.
Hiks …. T_T
Ini Cuma renungan. Jarang-jarang bisa merenung :p.
Maaf jika ada salah kata…
Wassalamu’alaikum…..
“bila waktu tlah berakhir, teman sejati hanyalah angan.”
Langganan:
Komentar (Atom)